8.10.10

Manfaat dan jenis makanan yang mengandung serat

Hasil-hasil penelitian telah menunjukkan aspek manfaat dari serat makanan baik untuk pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit maupun terapi.  Pada abad ke-5 SM, seorang penyembuh asal Yunani, Hipprocrates, menganjurkan bahwa roti sebaiknya dibuat dari tepung yang tidak dihaluskan.  Pada abad ke-19, seorang Amerika bernama Graham, kemudian menciptakaan jenis makanan yang diberi nama “Graham Creacker”, yang mengandung dedak.

           Peran utama serat dalam makanan ialah pada kemampuannya mengikat air, sellulosa dan pektin.  Dengan adanya serat, membantu mempercepat sisa-sisa makanan melalui saluran pencernaan untuk diekskresikan keluar.  Tanpa bantuan serat, feses dengan kandungan air rendah akan lebih lama tinggal dalam saluran usus dan mengalami kesukaran melalui usus untuk dapat diekskresikan keluar karena gerakan-gerakan peristaltik usus besar menjadi lebih lamban.
           Beberapa penelitian membuktikan bahwa rendahnya kadar kholesterol dalam darah ada hubungannya dengan tingginya kandungan serat dalam makanan.  Secara fisiologis, serat makanan yang larut (SDF) lebih efektif dalam mereduksi plasma kholesterol yaitu low density lipoprotein (LDL), serta meningkatkan kadar high density lipoprotein (HDL). 
           Makanan dengan kandungan serat kasar yang tinggi juga dilaporkan dapat mengurangi bobot badan (Bell, et al., 1990).  Serat makanan akan tinggal dalam saluran pencernaan dalam waktu relatif singkat sehingga absorpsi zat makanan berkurang.  Selain itu makanan yang mengandung serat yang relatif tinggi akan memberikan rasa kenyang karena komposisi karbohidrat komplex yang menghentikan nafsu makan sehingga mengakibatkan turunnya konsumsi makanan.  Makanan dengan kandungan serat kasar relatif tinggi biasanya mengandung kalori rendah, kadar gula dan lemak rendah yang dapat membantu mengurangi terjadinya obesitas dan penyakit jantung.
           Singkatnya waktu transit makanan dengan kandungan serat kasar yang relatif tinggi juga dilaporkan mencegah penyakit divertikulosis karena berkurangnya tekanan pada dinding saluran pencernaan.  Serat makanan tidak larut (IDF) sangat penting peranannya dalam pencegahan disfungsi alat pencernaan seperti konstipasi (susah buang air besar), ambeien, kanker usus besar dan infeksi usus buntu (Prosky dan De Vries, 1992).
           Suatu penelitian di Amerika membuktikan bahwa diet serat yang tinggi yaitu 25 gram/hari mampu memperbaiki pengontrolan gula darah, menurunkankan pening-kantan insulin yang berlebihan didalam darah serta menurunkan kadar lemak darah.
           Diabetes melitus adalah suatu kondisi dimana kadar gula dalam darah lebih tinggi dari normal 

Makanan-makanan yang banyak mengandung serat

  • Sayur-sayuran : Wortel yang belum dimasak, daun selada, brokoli, kentang manis dan asparagus yang sudah dimasak. Tomat dan sayuran yang dijus.
  • Kacang-kacangan : Kacang, dan berbagai macam polong polongan.
  • Biji bijian.
  • Buah-buahan : Pisang, apel, buah pir, buah beri dan buah yang dikeringkan.
  • Padi-padian : Padi padian, gandum, beras merah, pop corn dan oatmeal



Jenis-jenis serat
1. Serat larut (soluble fiber), termasuk dalam serat ini adalah pektin dan gum merupakan bagian dalam dari sel pangan nabati. Serat ini banyak terdapat pada buah dan sayur


2. Serat tidak larut (insoluble fiber), termasuk dalam serat ini adalah selulosa dan lignin. Serat ini merupakan bagian dinding sel pangan nabati, banyak terdapat pada bekatul, kacang-2an, kulit buah, & sayuran



Manfaat Serat
1. Mengontrol berat badan Karena kalo kita konsumsi makanan kaya akan serat, waktu dicerna lebih lama dalam lambung, kemudian serat akan menarik air dan memberi rasa kenyang lebih lama sehingga mencegah kitauntukmengkonsumsi makanan lebih banyak

2. Penanggulangan Penyakit Diabetes type 2
Intake serat menunda uptake glukosa & memperlancar respon glukosa darah sehingga memberikan efek protektif terhadap penderita diabetes

3. Mencegah gangguan Gastrointestinal
Serat, khususnya selulosa dari sereal grains berdampak pada fungsi gastrointestinal lebih baik/sehat. Diet kaya serat akan memberi bentuk, meningkatkan air dalam feses, tidak keras & lebih mudah untuk keluar

4. Mencegah Kanker Kolon
Hasil studi skala kecil menunjukkan konsumsi tinggi serat, risiko kanker kolon rendah namun masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya

5.Mengurangi Tingkat Kolesterol
Serat larut air menjerat lemak di dalam usus halus, dengan begitu serat dapat menurunkan tingkat kolesterol dalam darah sampai 5% aau lebih.Dalam saluran pencernaan serat dapat mengikat garam empedu(produk akhir kolesterol) kemudian dikeluarkan bersamaan engan feses.



Tapi perlu diingat konsumsi serat secara berlebihan dalam waktu singkat juga tidak baik untuk kesehatan. Intake serat meningkat secara tiba-tiba mengakibatkan perut kembung dan meningkatkan gas intestinal. Hal ini dapat dicegah dengan intake serat secara bertahap beberapa minggu dan minum banyak cairan. Disamping itu intake serat tinggi mengikat sejumlah kecil mineral dalam saluran cerna dan mencegah diabsorpsi, khususnya mengikat Zn, Ca & Fe sehingga dampak lebih lanjut akan berakibat defisiensi pada zat gizi tersebut. Untuk orang yang cukup konsumsi mineral ini, rekomendasi sejumlah diet serat tidak mempengaruhi status mineral.
Pada kelompok anak dan lansia juga perlu hati-hati jangan sampai berlebihan dalam konsumsi serat karena gampang menjadi kenyang sehingga tidak terpenuhi kebutuhan zat gizi dan energi.
 


Gangguan Akibat Kekurangan Serat

Pada masa lalu, serat makanan hanya dianggap sebagai sumber energi yang tidak tersedia (non-available energi source) dan hanya dikenal mempunyai efek pencahar perut.  Namun berbagai penelitian telah melaporkan hubungan antara konsumsi serat dan insiden timbulnya berbagai macam penyakit diantaranya kanker usus besar, penyakit kadiovskular dan kegemukkan (obesitas).
           Ternyata dari hasil penyelidikan memperlihatkan bahwa serat sangat baik untuk kesehatan, yaitu membantu mencegah sembelit, mancegah kanker, mencegah sakit pada usus besar, membantu menurunkan kadar kolesterol, membantu mengontrol kadar gula dalam darah, mencegah wasir, membantu menurunkan berat badan dan lain-lain (http://nusaindah.tripot.com).
           Saat ini telah terjadi pergeseran utama dalam penyebab kematian dan kesakitan di Indonesia.  Penyakit infeksi yang selalu menjadi penyebab utama kejadian kesakitan dan kematian mulai bergeser dan diganti oleh penyakit degeneratif seperti penyaakit jantung, hipertensi, kencing manis, hiperkolesterol, peningkatan asam urat dan kanker serta penyakit degeneratif lain.  Hasil Survei Kesehatan Rumak Tangga (SKRT) Depkes RI tahun 1995 membuktikan bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah SKRT sejak tahun 1972, bahwa dominasi penyakit infeksi di Jawa dan Bali telah digantikan oleh penyakit akibat sistem sirkulasi.  Hasil SKRT menunjukkan bahwa penyebab kematian telah didominasi oleh penyakit sistem sirkulasi (24.2%) dibandingkan penyakit infeksi (22.8%).  Salah satu faktor penting sebagai akibat dari penyebab penyakit ini adalah perubahan gaya hidup masyarakat yang menuju ke pola hidup tidak sehat antara lain kurang berolah raga, terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang manis dan berlemak (diet tinggi lemak dan karbohidrat), banyak makanan yang mengandung garam, kurang makanan yang berserat serta serta kebiasaan tidak sehat lain seperti merokok dan minum alkohol.
           Berbagai penyakit yang dapat timbul akibaat pola makan yang salah tersebut antara lain penyakit jantung koroner, stroke, diabetes, gangguan pencernaan (susah buang air besar, wasir, kanker usus besar), kerusakan gigi dan gusi serta kegemukan (obesitas).
           Penelitian epidemiologi yang dilakukan di Afrika membuktikan bahwa orang-orang Afrika berkulit hitam yang mengkonsumsi makanan tinggi serat dan diet rendah lemak mempunyai angka kematian yang rendah akibat kanker usus besar (kolon) dibandingkan orng Afrika yang berkulit putih dengan diet rendah serat dan tinggi lemak.  Hasil penelitian ini membuktikan bahwa diet tinggi serat mempunyai efek proteksi untuk kejadian kanker kolon.
           Kanker usus besar merupakan salah satu masalah kesehatan di negara Barat karena kejadian kanker usus besar menempati urutan ke-4 terbesar sebagai penyebab kanker dan menempati urutan ke-2 terbesar sebagai penyebab kematian karena kanker. Nurhidayat ( Dari berbagai sumber )


0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More